Seorang pendaki India meninggal dalam pendakian mandirinya di puncak Gunung Kanchenjunga, gunung tertinggi ketiga di dunia.

Seorang Pendaki India Meninggal Dunia dalam Ekspedisi Pegunungan Himalaya Nepal

News


Ini menjadi kasus kematian ketiga dari pegunungan Himalaya Nepal.

REPUBLIKA.CO.ID, KATHMANDU — Seorang pendaki India meninggal dalam pendakian mandirinya di puncak Gunung Kanchenjunga, gunung tertinggi ketiga di dunia. Kabar ini diumumkan oleh seorang pejabat pendakian yang menyelenggarakan ekspedisi, Nivesh Karki pada Sabtu (7/5/2022), dilansir reuters.


Kematian tersebut adalah yang ketiga yang dilaporkan di pegunungan Himalaya Nepal selama musim pendakian saat ini yang dimulai pada Maret. Karki mengatakan, Narayanan Iyer (52 tahun) meninggal sekitar 8.200 meter di atas permukaan laut ketika mencoba mencapai puncak 8.586 meter pada Kamis.


“Pemandu Iyer menyarankan dia untuk kembali setelah dia merasa tidak sehat tetapi dia menolak,” kata Karki saat mengkonfirmasi kematiannya.


Bulan lalu seorang pendaki Yunani dan pemandu Sherpa Nepal meninggal di puncak gunung lainnya. Mendaki gunung adalah kegiatan pariwisata utama dan sumber utama pendapatan serta pekerjaan di Nepal.


Negara tersebut memiliki delapan dari 14 gunung tertinggi di dunia termasuk Gunung Everest. Lebih dari 900 pendaki gunung asing telah menerima izin untuk mendaki 26 puncak Himalaya di Nepal, termasuk Gunung Everest, selama musim berjalan yang berakhir pada Mei.


Sementara, seorang wanita pendaki Gunung Sindoro, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Rahardia Parnanda, dievakuasi tim pencarian dan penyelamatan (SAR) pada Sabtu (7/5/2022) dini hari setelah mengalami cedera kaki saat akan turun gunung. Kepala Kantor Pencarian dan Penyelamatan Semarang, Heru Suhartanto, dalam siaran pers di Semarang, mengatakan, penyelamatan terhadap warga Cipayung, Jakarta Timur, tersebut bermula ketika adanya laporan yang masuk tentang penyintas mengalami cedera saat akan turun gunung pada Jumat (6/5/2022) malam.


“Ada laporan tentang penyintas yang mengalami cedera kaki saat akan turun melalui pos 3 di jalur pendakian Grasindo di Kecamatan Kledung,” katanya.


Menurut dia, cedera kaki akibat terpeleset tersebut menyebabkan penyintas Gunung Sindoro tersebut tidak bisa berjalan. Tim penyelamat yang diberangkatkan ke lokasi penyintas berada di ketinggian 2.300 meter di atas permukaan laut itu membutuhkan waktu sekitar 2 jam untuk mencapai lokasi.


Ia menjelaskan tim penyelamatan kemudian mengevakuasi penyintas tersebut dengan menggunakan tandu. “Bisa dievakuasi turun pada Sabtu dinihari dengan selamat,” katanya.


“Dengan selesainya proses evakuasi, maka operasi pencarian dan penyelamatan terhadap wanita pendaki tersebut ditutup,” tambahnya.





Supply hyperlink

Leave a Reply

Your email address will not be published.