Polisi Ethiopia menggunakan gas air mata untuk membubarkan pemuda Muslim selama sholat Idul Fitri di Addis Ababa

Polisi Ethiopia Bentrok dengan Muslim

News


Polisi Ethiopia membubarkan pemuda Muslim di Addis Ababa selama sholat Idul Fitri

REPUBLIKA.CO.ID, ADDIS ABABA — Polisi Ethiopia menggunakan gasoline air mata untuk membubarkan pemuda Muslim selama sholat Idul Fitri di Addis Ababa pada Senin (2/5/2022). Insiden itu terjadi di luar stadion internasional Meskel Sq. ketika beberapa jemaah tidak bisa masuk karena stadion penuh.

Seorang anggota Dewan Tinggi Urusan Islam Addis Ababa mengatakan penyebab konfrontasi tidak jelas. Namun dikutip dari Aljazirah, ketegangan meningkat di negara itu setelah kematian sedikitnya 20 orang bulan lalu di Gondar, sebuah kota di wilayah barat laut Amhara. Seorang Muslim diserang oleh ekstremis Kristen bersenjata berat.

Seorang polisi menembakkan gasoline air mata ke arah kerumunan, menurut pejabat, kondisi itu terjadi karena tidak disengaja. “Polisi itu dievakuasi oleh polisi lain, tetapi orang-orang terkejut dan beberapa mulai meneriakkan slogan-slogan … situasi menjadi tidak terkendali,” ujarnya.

Polisi Addis Ababa mengeluarkan pernyataan yang mengatakan kerusuhan telah disebabkan oleh beberapa orang dan menyebabkan kerusakan properti, tetapi ketertiban sekarang telah dipulihkan. “[Polisi] meminta masyarakat untuk tetap tenang,” katanya.

Para pengunjuk rasa yang melempar batu memecahkan jendela di museum nasional di Meskel Sq. sebelum ketenangan kembali pulih. Pejabat Addis Ababa mengatakan,  salat Idul Fitri telah berlangsung di kota itu setiap tahun sejak berakhirnya pemerintahan Derg militer-Marxis pada 1991.

“Ini adalah pertama kalinya insiden seperti itu terjadi,” kata pejabat itu.

Pejabat setempat mengatakan, umat Islam yang menghadiri shalat Idul Fitri tersebut tidak bersenjata, karena semua orang digeledah oleh polisi sebelum memasuki tempat tersebut. “Muslim ingin perayaan ini berlalu dengan damai,” kata pejabat itu.

Ethiopia merupakan negara dengan campuran etnis yang heterogen. Penduduk negara ini  mayoritas Kristen sementara sekitar sepertiga dari populasi adalah Muslim.





Supply hyperlink

Leave a Reply

Your email address will not be published.