File foto 1 September 2014 ini, menunjukkan reaktor riset nuklir di markas besar Organisasi Energi Atom Iran, yang online dengan bantuan Amerika pada tahun 1967 - sebelum Revolusi Islam Iran tahun 1979 merenggangkan hubungan antara kedua negara, di Teheran.

Hidupkan Perundingan, Iran Minta AS Cabut Sejumlah Sanksi

News


Iran dan Amerika Serikat telah terlibat dalam pembicaraan tidak langsung di Wina.

REPUBLIKA.CO.ID,¬†¬†JAKARTA — Presiden AS Joe Biden harus mencabut beberapa sanksi terhadap Iran untuk menunjukkan niat baiknya guna menghidupkan kembali perjanjian nuklir internasional dengan Teheran, menteri luar negeri Iran Hossein Amirabdollahian mengatakan pada Ahad (10/4/2022).


Iran dan Amerika Serikat telah terlibat dalam pembicaraan tidak langsung di Wina selama setahun terakhir untuk menghidupkan kembali perjanjian nuklir 2015 yang ditinggalkan Presiden Donald Trump pada 2018 dan dilanggar Iran dengan meningkatkan program nuklirnya.


Negosiasi kini terhenti karena Teheran dan Washington saling menyalahkan setelah gagal mengambil keputusan politik yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah yang tersisa.


“Jika Biden memiliki niat untuk mencabut sanksi dan kembali ke kesepakatan nuklir, dia harus mengeluarkan perintah eksekutif untuk menunjukkan niat baiknya daripada menerapkan sanksi pada pribadi dan badan hukum di Iran,” kata menteri luar negeri itu.


“Dalam beberapa kesempatan, kami telah memberi tahu orang-orang Amerika bahwa mereka harus mengajukan satu atau dua poin praktis sebelum kesepakatan apa pun, misalnya dengan melepaskan beberapa aset Iran yang ditahan di bank asing,” kataAmirabdollahianmenambahkan.Sumber: Reuters

sumber : Antara





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published.